Gambar kambing PE

Susu Kambing menyehatkan dan memakmurkan

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, 19 July 2013

Pengolahan limbah ternak

Untuk pengolahan kotoran ternak saya kira sudah banyak yang sering memerbincangkannya salah satunya adalah di sini. Menurut saya pemaparannya sangat bagus, silahkan di klik tautan tadi.

Susunan pakan ternak domba



Kali ini saya akan memperbincangkan masalah pakan untuk ternak domba penggemukan.
Pemberian  pakan yang  baik  adalah  sesuai  dengan  kebutuhan  nutrisi  ternak  dan jumlahnya  disesuaikan  dengan  status  fisiologis  ternaknya.  Nutrisi tersebut  dapat  dikelompokkan  menjadi  energi,  protein,  mineral, vitamin, dan air.
Sumber  energi  terbesar  untuk  domba  adalah  hijauan  dan  biji-bijian  serta  hasil  ikutannya. Bahan  pakan  yang  merupakan  sumber protein  antara  lain  pakan  penguat  seperti  tepung  ikan,  bungkil
kedelai,  bungkil  kelapa,  dan  bungkil  kacang  tanah,  dan  leguminosaseperti daun  turi, lamtoro,  kaliandra,  dan glyricidia.  Sebagai  sumber mineral  dapat  ditambahkan  garam  atau mineral mix. Vitamin  yang dibutuhkan  ternak  biasanya  tersedia  cukup  dalam  campuran  bahan pakan.  Kebutuhan  air,  agar  ternak  dapat  minum  setiap  saat, sebaiknya di dalam kandang disediakan air bersih sepanjang waktu.

Domba  merupakan  ternak  yang  memerlukan  bahan  pakan berupa  hijauan  dalam  jumlah  besar,  yaitu  sekitar  90%.  Pakan konsentrat atau pakan penguat hanya sebagai pakan tambahan saja. Hijauan  dapat  disediakan  dengan  cara  mencari  di  alam  atau  dapat pula  dibudidayakan.  Penanaman dapat dilakukan  di areal  yang  tidak dimanfaatkan  untuk  tanaman  pertanian,  seperti  galengan/pematangsawah  pinggir  jalan,  tanah  desa,  di  lereng  atau  bahkan  dapat ditanam sebagai pagar hidup, dan di area tanam sebagai monokultur. 

Berbagai  jenis  hijauan  yaitu  rumput  (rumput  alam,  rumput gajah,  setaria,  rumput  benggala,  rumput  raja,  dan  lain-lain).  Selain itu  hijauan  lain  yaitu  leguminosa  (daun  lamtoro,  turi,  glyricidia, kaliandra,  dan  lain-lain). Hijauan  yang berasal  dari  sisa  hasil  panen seperti daun  ubi,  daun  nangka,  jerami  kacang  tanah,  jerami  kacang kedelai,  jerami  jagung,  dan  daun  pisang  juga  dapat  digunakan sebagai  pakan  ternak.  Pemberian  pakan hijauan perlu diperhatikan  8 imbangan  antara  rumput  dan  daun  leguminosa  dikaitkan  dengan kondisi fisiologis ternak. 

Konsentrat  atau  pakan  penguat  terdiri  dari  biji-bijian  yang digiling halus,  seperti  jagung, bungkil kelapa, bungkil kedelai,  dedak,dan  bekatul. 

Susunan konsentrat untuk domba penggemukan adalah : jagung giling 62,5%, bungkil kedelai 15 %, dedak halus 20 %, tepung tulang 1 %, garam 1,5 % atau bisa juga kalau mau ringkas ampas tahu kering 98,5 % ditambah garam 1,5 %. Pemberiannya 300 - 400 gram per ekor per hariselama satu periode (60 hari).


Sunday, 14 July 2013

what next?

Setelah kita merasa tertarik untuk usaha ternak kambing atau domba, maka kita perlu pula mengetahui beberapa hal penting lainnya yang erat kaitannya dengan usaha ternak seperti :
1. Peminjam modal/investor
2. Pengolahan pakan untuk usaha penggemukan ternak
3. Pengolahan limbah ternak menjadi kompos
4. Penyakit ternak pada kambing/domba
5. Manfaat susu kambing
Kelima hal di atas insya allah akan kita uraikan satu per satu, namun yang paling gelap buat saya mungkin adalah nomor satu..bagaimana dengan anda?

Analisa Usaha Penggemukan Domba


Setelah sebelumnya saya posting hasil copas artikel mengenai Analisa Usaha Kambing Etawa, berikut ini sebuah analisa usaha ternak penggemukan domba.
Asumsi Usaha penggemukan domba
  • penggemukan per unit kandang berisi 20 ekor
  • masa penggemukan 60 hari (1 periode)
  • berat awal rata-rata 20 kg/ekor
  • berat akhir pemeliharaan rata-rata 35 kg/ekor dengan prosentase karkas 45% harga karkas (disembelih) Rp. 40.000,-,
  • harga jual hasil penggemukan Rp. 500.000,-/ekor
  • harga bibit/bakalan Rp. 250.000/ekor
  • umur ekonomis kandang dan peralatan selama 20 periode
  • harga kotoran (pupuk) bernilai Rp. 300.000/ periode pemeliharaan
1. BIAYA
 
Uraian
Jumlah
A. Biaya Investasi
1
Kandang
Rp. 4.500.000
2
Peralatan
Rp. 1.000.000
3
Sewa Lahan
Rp. 1.500.000
Total Investasi
Rp. 7.000.000
B. Biaya Tetap
1
Penyusutan kandang (Rp.4.500.000/20)
Rp.    225.000
2
Penyusutan Peralatan (Rp.1.000.000/20)
Rp.    50.000
Total Biaya Tetap
Rp. 275.000
C. Biaya Variabel
1
Biaya bibit/bakalan (30 ekor x Rp.225.000)
Rp.  6.750.000
2
Hijauan pakan ternak (60 hari x 30 ekor x 4kg x Rp.100)
Rp.     720.000
3
Pakan konsentrat (60 hari x 30ekor x 0,250kg x Rp. 700)
Rp.  1.575 000
4
Obat-obatan (30 ekor x Rp.5.000,-)
Rp.     150.000
5
Upah Tenaga Kerja (1 orang x Rp. 1.500.000)
Rp.  1.500.000
6
Listrik
Rp.     200.000
7
Air
Rp.     300.000
8
Transport
Rp.     500.000
Total Biaya Variabel
Rp.11.870.000
D. Biaya Total (biaya tetap + biaya variable)
Rp.12.145.000
E. Modal Usaha (biaya investasi + biaya total)
Rp.19.145.000

2. PENERIMAAN
No
Uraian
Jumlah
1
30 ekor x Rp. 500.000
Rp. 15.000.000
2
Kotoran (pupuk)
Rp.      300.000
Total
Rp. 15.300.000
3. ANALISA LABA-RUGI

 Keuntungan = Hasil Penerimaan-Biaya Total (15.300.000-12.145.000) = Rp. 3.155.000
4. KEUNTUNGAN BILA DIJUAL DALAM BENTUK KARKAS

 - Tambahan biaya pemotongan (30 ekor x Rp. 25.000,-)           =Rp.       750.000
 - Penerimaan:
   a. nilai karkas (30 ekor x 0,45 x 35kg x Rp.40.000)                  = Rp. 18.900.000
   b. kulit dan jeroan (30 ekor x Rp. 100.000)                              = Rp.   3.000.000
   c. nilai kotoran (pupuk)                                                             = Rp.      300.000

                Total                                                                                Rp. 22.200.000
Keuntungan Rp.22.200.000-Rp.750.000-Rp.12.145.000    = Rp.    9.305.000

Saturday, 13 July 2013

Analisa Usaha Kambing Etawa

Sebagai orang kiri (meminjam istilah dari ipho santosa) seperti kebanyakan orang, maka saya membutuhkan analisa yang bagus dan teliti sebelum melakukan usaha. Salah satu usaha yang ingin saya pertimbangkan adalah beternak kambing etawa.  nah kalau semisal anda termasuk orang seperti saya, yang membutuhkan analisa mendalam sebelum beternak, berikut saya copas sebuah artikel (sumber) tentang analisa usaha kambing etawa dengan harapan kita bisa belajar bersama.

1. Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5 tahun. Pembelian kambing etawa adalah kambing  yang tergolong dara atau kambing yang siap untuk beranak. Jadi waktu penantian peternak tidak terlalu lama.
2. Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun.
3. Upah tenaga kerja atau gaji berdasar hitungan apabila kita membeli pakan ternak
4. Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
5. Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 5 tahun adalah : 15 ekor x 22 induk = 330 ekor cempe.
6. Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 33 ekor.
7. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga pupuk kandang di pasaran jogjakarta Rp. 200/kg.
8. 1 (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.1500/liter.
9. Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart yang terjadi di pasaran kaligesing, Jogjakarta. Harga cempe kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan juli 2007.
10. Hasil analisa ini masih belum memperhitungkan hasil penjualan susu pada saat induk kambing etawa bisa di perah selama masa menyusui .
Analisa ini didasarkan atas pengalaman peternak yang diterapkan di lingkungan peternak Desa Donorejo, Kec. Kaligesing, Kab. Purworejo

A. INVESTASI TETAP
# Kambing betina 22 ekor @ Rp. 4.000.000
22 ekor x Rp. 4.000.000
= Rp. 88.000.000
# Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 3.500.000
2 ekor x Rp. 3.500.000
= Rp. 7.000.000
# Kandang 4 unit @ Rp. 5.000.000
4 unit x Rp. 5.000.000
= Rp. 20.000.000
# Peralatan kandang Rp. 500.000
Total investasi tetap:
Rp. 88.000.000 + Rp. 7.000.000 + Rp. 20.000.000 + Rp. 500.000
= Rp. 115.500.000

B. BIAYA PRODUKSI
# Biaya pemeliharaan kambing induk (24 ekor)
- Gaji karyawan/biaya pakan
Rp. 1.400.000 : 30 hari 24 ekor
= Rp. 2000/ekor/hari
Total biaya pemeliharaan induk per 5 tahun adalah
Rp. 2.000 x 5 tahun x 12 bulan x 24 ekor x 30 hari
= Rp. 86.400.000

C. PROYEKSI PENDAPATAN
# Penjualan cempe
300 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 450.000.000
# Penjualan induk afkir
24 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 36.000.000
# Penjualan pupuk kandang
7,5 kg x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 200 x 24 ekor
= Rp. 2.160.000
# Penjualan urine
30 liter x 12 bulan x 5 tahun x Rp. 1500 x 24 ekor
= Rp. 64.800.000

D. REKAPITULASI PENDAPATAN
1. Biaya-biaya:
- Biaya investasi Rp. 115.500.000
- Biaya pemeliharaan selama 5 tahun Rp. 86.400.000
Total biaya Rp. 201.900.000
2. Pendapatan;
- Penjualan cempe Rp. 450.000.000
- Penjualan induk afkir Rp. 36.000.000
- Penjualan pupuk kandang Rp. 2.160.000
- Penjalan urine Rp. 64.800.000
Total pendapatan Rp. 552.960.000
Keuntungan yang bisa diperoleh adalah sbb:
Rp. 552.960.000 – Rp. 201.900.000
= Rp. 351.060.000
Penghasilan per bulan
Rp. 351.060.000: 5 tahun : 12 bulan
= Rp. 5.851.000
Dengan 22 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 6.211.00,00. Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe yang bener-bener super itu tidak ada batasannya. sebagai gambaran, penulis pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta seekor.
Dan estimasi ini termasuk kalo kita asumsikan membeli pakan sendiri satu ekor kambing dengan harga Rp 1,500/ ekor perhari walaupun pada kenyataanya peternak sendiri untuk biaya pakan ternak hanya membutuhkan uang Rp 20.000,00 jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah harga yang paling bawah.